Koran Online 3 Juli : Warung Makan Sepi di Area Jalan Rusak, hingga Ada 1000 Janda Baru

0
318

Beragam peristiwa kami sajikan pada 2 Juli 2018 melalui laman media online wartabromo. Ragam berita menarik kini kami rangkum untuk kembali anda baca dalam koran online edisi Selasa (3/7/2018). Mulai Warung Makan Sepi di Area Jalan Rusak, hingga Ada 1000 Janda Baru :

  1. Jalan Rusak di Pertigaan Bajangan, Pedagang Makanan : Sekarang Sepi Pembeli

Pasuruan (wartabromo.com) – Jalan rusak di pertigaan Jalan raya Warungdowo Timur, Desa Bajangan, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan menyebabkan polusi debu. Akibatnya, pedagang yang berada disamping jalan mengeluh omzet dagangannya sepi.

Berdasarkan pantauan Wartabromo.com, kendaraan bertonase besar banyak melintas di Jalan KH. Agus Salim menuju pertigaan Jalan Raya Warungdowo. Ditambah lagi, lubang besar yang menganga di sepanjang jalan membuat debu seperti asap tebal berterbangan akibat lalu lalang kendaraan besar seperti truk.

Supriadi, Pedagang Bakso mengaku, semenjak adanya proyek nasional, omzet penjualan bakso miliknya turun drastis. Simak Selengkapnya.

  1. Kacab Dinas Pendidikan Jatim Tanggapi Soal Mahalnya Biaya Pendidikan SMA di Kabupaten Pasuruan

Pasuruan (wartabromo.com) – Polemik mahalnya biaya sekolah untuk peserta didik baru di kalangan siswa sekolah menengah atas di Pasuruan, ditanggapi Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur untuk wilayah Kota dan Kabupaten Pasuruan, Indah Yudiani. Tidak adanya koordinasi antara sekolah, wali murid dan komite disebut-sebut sebagai biang keluhan, terkait besaran pendanaan pendidikan (istilah yang dipergunakan untuk biaya sekolah).

“Sebenarnya untuk pendanaan pendidikan itu sudah diatur oleh Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang system pendidikan nasional. Dimana disebutkan dalam pasal 46 bahwa pendanaan pendidikan itu adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat, propinsi, daerah dan masyarakat. Sehingga kalau ada yang masih menganggap bahwa itu adalah pungutan liar, maka monggoh bisa kita jelaskan sama-sama,” urai Indah, Senin (02/07/2018) pagi. Simak Selengkapnya.

  1. P2DB SMPN 3 Probolinggo Ricuh

Probolinggo (wartabromo.com) – Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (P2DB) 2018-2019 di SMPN 3 Kota Probolinggo ricuh, Senin (2/7/2018). Pasalnya para wali murid yang hendak mendaftarkan anaknya berebut menjadi yang terdepan.

Peraturan baru sistem zonasi yang dikeluarkan oleh pemerintah membuat P2DB di SMPN 3 membludak. Para wali murid pun saling berebut mendaftarkan putra-putrinya di sekolah yang terletak di jalan Hayam Wuruk Kelurahan Jati, Kecamatan Jati tersebut. Kondisi itu menyebabkan kericuhan antar wali murid. Simak Selengkapnya.

  1. Ada Seribu Janda Baru di Probolinggo

Probolinggo (wartabromo.com) – Angka perceraian akibat konflik rumah tangga di Kabupaten Probolinggo terbilang tinggi. Dalam 6 bulan terakhir, ada seribu janda dan duda baru di daerah penghasil tembakau ini.

Dari data yang dimiliki Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Probolinggo, dalam 6 bulan terakhir ada 1025 gugatan perceraian. Angka itu termasuk sangat tinggi bagi sebuah pengadilan dengan kategori kelas 2B. Angka itu hampir identik dengan dengan semester awal 2017 lalu yang mencapai 1023. Simak Selengkapnya.

  1. Satpas Polres Probolinggo Diserbu Pemohon SIM

Probolinggo (wartabromo.com) – Pelaksanaan Pilkada Serentak 2018 dan libur Lebaran berdampak besar pada layanan SIM di Satpas Satlantas Polres Probolinggo. Ratusan warga menyerbu Satgas dan rela antri berjam-jam agar bisa mendapatkan SIM.

Sejak pukul 6 pagi, ratusan warga mendatangi Satgas yang berada di jalan Suroyo 42, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. Tak hanya di dalam kantor Satpas, antrean juga membludak hingga di jalan raya. Akibatnya, arus lalulintas di jalan protokol itu mengalami kemacetan panjang. Simak Selengkapnya.

  1. Penuh Sampah, Komunitas Bromo Lovers Bersih-Bersih Kawah

Probolinggo (wartabromo.com) – Prihatin dengan kondisi Gunung Bromo yang penuh dengan sampah pasca Yadnya Kasada, Komunitas Bromo Lovers melakukan aksi bersih-bersih, Senin (2/7/2018). Ratusan kantong plastik berisi sampah berhasil dievakuasi.

Karena merasa prihatin, relawan pencinta Gunung Bromo (Bromo Lovers) akhirnya turun untuk bersih-bersih sampah (trash clean up). Selain itu, para pencinta alam dari empat daerah (Probolinggo, Lumajang, Pasuruan, dan Malang), juga terlibat dalam kegiatan tersebut. Simak Selengkapnya.