Ombak Tinggi, Nelayan Kalibuntu Enggan Melaut

360

Probolinggo (wartabromo.com) – Dampak Super Blood Blue Moon yang terjadi beberapa waktu lalu, masih dirasakan oleh para nelayan di Desa kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Mereka enggan melaut karena ombak tinggi, sementara untuk kebutuhan sehari-hari, nelayan mengandalkan uang hutangan dari pemilik kapal.

Meski Super Blood Blue Moon sudah berlalu, ribuan nelayan Kalibuntu enggan melaut. Pasalnya, ombak di perairan utara Probolinggo atau Selat Madura masih sangat tinggi. Tak hanya itu, angin juga bertiup kencang yang dapat membahayakan para nelayan saat melepas jaring.

“Sudah dua minggu sudah tidak melaut. Bahkan sebelum gerhana bulan yang terjadi beberapa hari yang lalu,” tutur Marsam (35), warga setempta, Minggu (4/2/2018).

Marsam menuturkan dengan kondisi seperti itu, ia dan nelayanan lainnya memilih berdiam di rumah, sambil menunggu ombak kembali tenang. Ia mengaku hanya akan kembali melaut, jika kondisi ombak dan angin sudah tenang. Ia tak mau mengambil resiko mengalami kecelakaan kerja di tempat menggantungkan hidup keluarganya itu.

“Mending di rumah saja, kumpul dengan anak istri. Ketimbang mengalami kecelakaan,” katanya lebh lanjut.

Senada dengan Marsam, Muhamad juga mengutarakan hal yang sama. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, ia terpaksa meminjam uang untuk melanjutkan hidupnya.

Pinjaman uang itu didapat dari tetangga atau pemilik kapal, dimana ia menjadi anak buah kapal (ABK). “Ya pinjam dulu ke mereka, Mas. Kalau sudah melaut, nanti dipotong dari bagi hasil. Kalau melaut sekarang, selain beresiko dihantam ombak, juga hasilnya sedikit dan bisa-bisa tekor solar,” terang Muhamad.

Selama tidaak melaut, para nelayan mengisi waktunya dengan cara memperbaiki kapal dan jaring yang rusak. Mereka berharap, kondisi Selat Madura kembali bersahabat dengan nelayan, sehingga nelayan dapat bekerja kembali dan memberikan nafkah keluarga. (cho/saw)