Mustahid, Local Hero yang Kelola Sampah hingga Hasilkan Maggot BSF

1496

Mustahid absen dari dunia persampahan dan maggot BSF sekitar dua bulanan. Ia ingin memulihkan kondisinya lebih dulu. Setelah dirasa sehat kembali, Mustahid pun terjun lagi. Ia tidak merasa kapok atau jijik terjun ke sampah lagi. Urus Maggot lagi.

Bahkan, ia mengaku sehabis sakit itu, ia kian bersemangat. Apalagi karena melihat perjuangan mengedukasi masyarakat agar tidak membuang sampah di sungai dirasa cukup berhasil. Pihaknya terus disemangati Pertagas agar tetap konsen mengembangkan usahanya.

Termasuk mengembangkan usaha membuat pakan Maggot berupa pelet. Pelet sudah dihasilkan dengan takaran plastik 10 kg. Saat ini, jika pellet dijual dengan harga rata-rata Rp 8.000 per Kg, maka dalam satu bungkus plastik saja bisa menghasilkan pundi rupiah senilai Rp 80 ribu.

Hanya saja, Mustahid masih ragu saat itu. Ia belum berani menjual ke masyarakat. Karena pelet yang mau dijual belum diuji laboratorium. Sehingga, kandungan nutrisi, protein dan seterusnya belum tercetak di cover plastik tersebut.

Namun, kini, hasil lab yang diharapkan Mustahid sudah terjawab. Pihak Pertagas melalui Tedi Abadi Yanto, Head Of External Relation East Region PT Pertagas, sudah menunjukkan laporan hasil uji lab.  Tertanggal 8 Oktober 2021.

Laporan tersebut berasal dari Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Balai Riset dan Standardisasi Industri Surabaya Laboratorium Pengujian dan Kalibrasi Baristand Industri Surabaya. Laporan tersebut ditandatangani Ardhaningtyas Riza Utami dan tertera dua jenis sample. Yakni, sample maggot kering dengan sisik ikan dan maggot tanpa sisik ikan.

“Saya pernah ditawari kelompok petani tambak agar bisa mengirimkan maggot sebanyak 1 kuintal per hari. Saya bilang, wah saya belum mampu. Nanti kalau ini sudah besar rumah maggotnya, saya siap,” tegasnya.

Usaha yang dijalani Mustahid  dan KSM menjadi siklus dan berkelanjutan. Mulai dari usahanya membuang sampah. Kemudian sampah organik dipilah untuk makanan maggot. Menghasilkan pellet untuk pakan ternak. Lalu, budidaya maggot BSF. Pupa dari BSF juga bisa untuk media tanam. Bahkan sisik ikan yang awalnya menjadi limbah juga bisa dibuat tepung, campuran dengan maggot. Hingga Mustahid saat ini mampu beternak ikan lele sendiri. Komplit!

“Akhirnya persoalan sampah organik bisa teratasi. Saya lega sekali. Terima kasih Pertagas,” katanya bangga. (aad)