Koran Online 8 Juni : Banyaknya Kasus Premanisme di Kota Pasuruan, hingga Larangan Mudik Pakai Mobdin

0
21

Beragam peristiwa kami sajikan pada 7 Juni 2018 melalui laman media online wartabromo. Ragam berita menarik kini kami rangkum untuk kembali anda baca dalam koran online edisi Jumat (8/6/2018). Mulai dari Banyaknya Kasus Premanisme di Kota Pasuruan, hingga Larangan Mudik Pakai Mobdin :

  1.  22 Hari Operasi, Polres Pasuruan Kota Catat 61 Kasus Premanisme

Pasuruan (wartabromo.com) – Kepolisian Resort Pasuruan Kota berhasil catat 61 kasus premanisme dengan 104 pelaku. Pengungkapan ini merupakan hasil dari operasi pekat semeru, selama 21 Mei-1Juni 2018.

Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Rizal Martomo mengungkapkan, aksi premanisme dengan 61 kasus itu, terbilang paling banyak dijumpai selama 22 hari operasi pekat. Simak Selengkapnya.

2. Harga Bahan Pokok di Pasuruan Terpantau Stabil

Pasuruan (wartabromo.com) – Harga bahan bahan pokok di wilayah Kabupaten Pasuruan terpantau stabil. Tidak ditemukan adanya lonjakan harga, yang kerapkali terjadi menjelang lebaran.

Stabilitas harga tersebut, diketahui ketika Plt Bupati Pasuruan, Riang Kulup Prayudha melakukan pantauan langsung ke sejumlah pasar besar atau pasar tradisional pada Kamis (04/06/2018). Simak Selengkapnya.

3. Pemkot Probolinggo Larang Mobdin Buat Mudik

Probolinggo (wartabromo.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo melarang penggunaan kendaraan atau mobil dinas (Mobdin) untuk mudik Lebaran 2018. Pemkot pun menyiapkan sanksi bagi pegawai yang melanggar larangan tersebut.

Walikota Probolinggo Rukmini, menuturkan pelarangan Mobdin untuk dibawa mudik sesuai dengan Surat Edaran dari Menteri PAN-RB dengan Nomor B/21/M.KT.02/2018 yang terbit Selasa, 5 Juni 2018. Dimana peruntukan Mobdin bukan untuk kepentingan pribadi melainkan sebagai kendaraan operasional pelayanan masyarakat. Simak Selengkapnya.

4. Turun Rp 18 Juta, Zakat Pegawai Pemkab Pasuruan Terkumpul Rp 357 Juta

Pasuruan (wartabromo.com) – Jumlah zakat fitrah, zakat mal, infaq dan shodaqoh seluruh pejabat sampai staf Pemkab Pasuruan tahun 2018 mencapai Rp 357,21 juta. Jumlah tersebut mengalami penurunan dari tahun lalu sebesari Rp 375 juta

Hal tersebut disampaikan Kabag Kesra, M Hasyim, sesaat setelah menghadiri acara Penyerahan Zakat, Infaq dan Shodaqoh Pejabat hingga Staf Pemkab Pasuruan, di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti, Kamis (07/06/2018) siang. Simak Selengkapnya.

5. Antisipasi Kejahatan, Polisi Keliling Pemukiman di Kota Pasuruan

Pasuruan (wartabromo.com) – Polres Pasuruan Kota keliling perumahan dan sudut kampung, ciptakan kondisi aman jelang lebaran. Tak tanggung-tanggung, Kapolres Pasuruan Kota AKBP Rizal Martomo terjun langsung, berkeliling.

Rizal, sapaan akrab Kapolres, memulai keliling ke sejumlah perumahan dan pemukiman padat penduduk di wilayah sekitaran markas Polres Pasuruan Kota. Simak Selengkapnya.

6. Bagaimana Tunanetra Memilih? Begini Jawaban KPU Kabupaten Pasuruan

Pasuruan (wartabromo.com) – Salah satu peserta Ngaji Demokrasi, Rizky anggota Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) dalam sesi tanya jawab, menanyakan bagaimana mekanisme pemilu bagi penyandang tunanetra. KPU Kabupaten Pasuruan secara rinci menjawab pertanyaan di acara Ngaji Demokrasi yang digelar warmo institute bersama KPU di Taman Dayu Golf & Resto, Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Kamis (7/6/2018).

“Kami menanyakan terkait pemilihan umum terutama untuk teman-teman tunanetra, jujur selama ini saya tidak pernah memilih,” Ujar Rizky disambut tepuk tangan meriah peserta. Simak Selengkapnya.

7. Kue Mangrove Laris Manis Untuk Kue Lebaran

Probolinggo (wartabromo.com) – Ibu-ibu nelayan di Probolinggo mengubah biji dan daun mangrove, menjadi bahan bahan baku kue. Aneka kue yang renyah dan lezat membuatnya diburu konsumen untuk kue lebaran.

Pada Ramadhan kali ini, omset penjualannya meningkat drastic. Ibu-ibu nelayan Desa Randutatah, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo membuat kue olahan mangrove. Biji magrove diolah menjadi aneka kue kering yang mak nyus di lidah. Ada stick jeruju, kue ulat sutra, koro sembunyi, koro mangrove, kue kering sumprit dan kerupuk mangrove. Simak Selengkapnya.